S5 Comaxium - шаблон joomla Mp3
Monday, April 24, 2017


MAYJEN TNI CUCU SOMANTRI,S.Sos
PANGDAM I BUKIT BARISAN

Selamat Datang di Website Resmi Kodam I Bukit Barisan. "Patah Tumbuh Hilang Berganti" Mewujudkan Kodam 1/BB yang solid, profesional, tangguh dan berwawasan kebangsaan serta di cintai rakyat yang mampu menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI khususnya di wilayah Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri

Headline

Rantauprapat - Satu butir granat ditemukan warga dari perladangan ubi di Gang Ikhlas Lingkungan Kampungsawah Kelurahan Padangbulan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Granat mortir 60  berdaya ledak 30 meter yang diperkirakan sisa perang pada zaman penjajahan Belanda itu masih aktif dan sempat menggegerkan warga. Adenan (46), yang menemukan mortir itu didampingi Kepling Kampungsawah, Rasman dan warga, Budi Utomo, Rizal dan Megawati Chaniago, menyerahkan bahan peledak tersebut ke Kodim 0209 Labuhanbatu diterima Kepala Staf Kodim Mayor Inf Ertiko Cholifa SPd, Jumat (10/2), di Pos Jaga Kodim Jalan Pramuka Rantauprapat.

 


Adenan warga Gang Ikhlas Lingkungan Kampungsawah menjawab wartawan SIB, menyebut Kamis sore setelah pulang jualan, ia lalu pergi ke ladang menyangkul untuk menanam ubi. Saat  menyangkul, cangkulnya mengenai besi, lalu ditarik ternyata granat mortir berkepala dan berekor. Melihat temuannya itu, dia merasa ketakutan lalu memanggil warga dan KepIing. Adenan bersama Kepling dan warga lainnya, Budi Utomo, Rizal dan Megawati kemudian mengamankan granat yang sudah berkarat tersebut.


Adenan mengakui menemukan granat mortir 60 yang panjangnya sekitar 25 Cm itu sekira pukul 18:00 WIB, dan diantar ke Kodim 0209/LB pukul 19:30 WIB untuk menghindari risiko bahaya.

"Tapi karena sudah malam, kami disuruh lagi datang Jumat pagi, makanya ini kami datang lagi," sebut Kepling Rasman.  


Kasdim 0209/LB Mayor Inf Ertiko Cholifa menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah menyerahkan granat mortir 60 tersebut ke Kodim 0209/LB untuk keselamatan masyarakat banyak.


"Granat mortir ini masih aktif. Kalau meledak akan membahayakan. Daya ledaknya radius 30 meter," sebut Mayor Inf Ertiko didampingi Pabung Mayor Inf Syamsul Harahap, Kapten Inf Martin Tarigan Danramil 08 Rantauprapat dan Pasi Intel Kapten CZi PH Purba SH.  


Menurut Ertiko, melihat dari bentuk dan karatannya yang sudah menyatu dengan tanah, granat mortir 60 ini diperkirakan sisa-sisa perang pada zaman penjajahan Belanda. Namun, walau sudah lama terpendam dalam tanah, granatnya masih aktif dan berbahaya.

 

"Mortir akan kami simpan di gudang untuk sementara, dan sesuai prosedur, akan segera kami diserahkan ke Detasemen Peralatan (Denpal) Korem 022/Pantai Timur di Pematangsiantar," sebut Ertiko.

 

Pabung Mayor Syamsul mengakui tahun 2006 juga ada warga menyerahkan granat tangan/nenas ke Kodim 0209/LB yang ditemukan di Sungai Bilah, dan tahun 2011 warga menyerahkan granat nenas yang ditemukan dari perladangan warga.


Kasdim berharap jika ada warga menemukan granat mortir atau granat nenas supaya menghubungi aparat atau menyerahkan langsung ke Koramil atau Kodim demi keamanan warga.

 

Link

KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
 TNI-AL DEPHAN
     

 

   
 TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

 KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA

 

Pejabat Kodam I/BB

  • Akasdam.jpg
  • c2ASOPS.jpg
  • d2aslog.jpg
  • i PAL.jpg
  • j TOP.jpg
  • kajasdam.jpg
  • kapuskopkar.jpg
  • kkapendam.jpg
  • l SETUM.jpg
  • n BEKANG.jpg
  • o KUDAM.jpg
  • s DENMA.jpg
  • tBINTAL.jpg
  • w HUB.jpg

Video Profil Kodam I/BB

Serbuan Teritorial

Serah terima jabatan Pangdam I Bukit Barisan
Prajurit Bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung Menyanyikan lagu MARS BUKIT BARISAN
Upacara Hari Juang Kartika kodam I/BB Tahun 2015

 Video lainnya...

Social Icons

joomla social share plugin

Pengunjung Online

We have 84 guests and no members online

Sejarah Kodam I/BB

Jenderal Besar TNI A.H Nasution didalam prasarannya untuk Rapat Kerja Sejarah Militer tahun 1969 menyampaikan harapannya tentang pelaksanaan tugas sejarah militer, antara lain : selama menjabat pimpinan TNI AD dan Hankam, saya selalu secara pribadi khusus mendorong peningkatan karya sejarah militer, karena sejarah itu banyak dikaburkan, dan tidak banyak diketahui oleh generasi baru...

Detail...