PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

kabar kodam i-bb

WAWANCARA KHUSUS DENGAN PANGDAM I/BB, MAYJEN TNI LEO SIEGERS, SIP ; TNI SETIAP SAAT SIAP BANTU POLRI

Oleh : || Tanggal : 7 October 2010

Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers
Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers

TANGGAL 5 Oktober 2010, genap berusia 65 tahun TNI. Sebagai salah satu kekuatan untuk mempertahankan dan menjaga NKRI. TNI dalam perjalanan panjangnya tetap setia menjaga keutuhan NKRI. Menjaga pulau-pulau terluar dari serangan dalam negeri maupun luar negeri.

Usia yang tergolong dewasa menjadi pengalaman yang berharga. Kini, keberadaannya TNI benar-benar sangat dibutuhkan rakyat khususnya membantu Polri dalam menindak pelaku tindak kriminal maupun terorisme.

Selain itu, ternyata TNI kini terus berbenah dengan meningkatkan keprofesionalan prajurit seperti lebih selektif dalam penerimaan prajurit Tamtama. Tidak sekadar lulus, tapi setiap calon prajurit harus memiliki kemampuan di atas rata-rata seperti kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan teknologi informasi.

Sehari sebelum peringatan HUT ke 65 TNI, Senin, 4 Oktober 2010, Wartawan Harian Analisa, Muhammad Arifin dan fotografer Junaidi Gandy melakukan wawancara khusus dengan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Leo Siegers, SIP dalam rangka HUT ke 65 TNI di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan. Wawancara didampingi Asintel Kasdam I/BB, Kolonel Arh, Andi Sumangerukka, Wa Asop, Kasdam I/BB, Letkol Inf, Yusman Madayun, dan Kapendam I/BB, Letkol CAJ Dr H Asren Nasution, MA. Berikut petikan wawancaranya.

RIWAYAT HIDUP PANGDAM I/BB

RIWAYAT HIDUP PANGDAM I/BB

Analisa: Bagaimana kondisi keamanan di wilayah teritorial Kodam I/BB saat ini?

Pangdam: Kalau ditanya keamanan di wilayah kodam. Kita harus perinci, keamanan di bidang apa dulu ini. Kalau keamanan masalah ancaman dari negara luar sama sekali tidak ada. Kalau keamanan pulau-pulau terluar itu tetap tertata sistem pengamanan, terkoordinasi, karena ada pulau terluar yang diamanan oleh Marinir atau Batalyon 134.

Kalau keamanan mengganggu masalah kepentingan masyarakat, misalnya bencana alam dan sebagainya. Itu yang dikatakan non tempur. Itu setiap saat kita siap untuk dilakukan.

Analisa: Sejauhmana peran Kodam I/BB mengantisipasi berbagai gangguan dan ancaman yang terjadi di wilayah Kodam I/BB?

Pangdam: Kembali lagi kalau ancaman dari negara luar secara profesional baik satuan tempur, bantuan tempur dan satuan teritorial itu semua sudah terpadu dan ada program baik latihannya maupun mengantisipasi ancaman itu.

Tetapi, kalau itu menangani gangguan. Gangguan apa saja, seperti sekarang yang lagi terjadi seperti gangguan kriminal, gangguan terorisme dan sebagainya. Apalagi sudah kelompok bersenjata. Kita koordinasi dengan Polda dan sampai untuk kejadian saat ini Polda selalu meminta bantuan ke kita dan kita akan bantu sepenuhnya. Itu melibatkan semua unsur, baik teritorial, intelijen, satuan tempur, dan satuan banpur. Semua ikut terlibat.

Analisa: Ada berapa batalyon yang siap siaga untuk menjaga keamanan wilayah Kodam I/BB?

Pangdam: Kalau berbicara wilayah. Wilayah saya sampai Padang, Pekan Baru, maupun Batam atau Riau Kepulauan. Tetapi, untuk satuan wilayah Sumut saja semua batalyon, semua satuan teritorial, semua intelijen, semua bergerak untuk saat ini. Batalyon-batalyonnya maupun satuan tempur yang berada di luar Sumut. Misalnya wilayah Padang, Pekan Baru dan wilayah Riau Kepulauan tetap melaksanakan operasi dengan nama Operasi Imbangan.

Makanya, kejadian di Padang perampokan atau tindak kriminalitas terhadap ATM itupun ada unsur Kodim yang membantu polisi saat itu. Jadi Semua terpadu yang saya anggap wilayah Kodam I. Tidak hanya di Sumut, semua, bahkan dari Riau Kepulauan pun Danrem setiap saat melaporkan. Situasi aman…situasi aman (sambil memeragakan menelpon) apapun yang terjadi di sana tetap dilaporkan dan dikoordinasi dengan polisi.

Kalau secara utuh seluruhnya, kita punya Korem 5, kemudian Brigif 1, Batalyon Infantri ada 7, batalyon Banpur, Armen Arhanud dan Kavelri ada 5, Satuan Reader satu batalyon, ada datasemen rudal dan datasemen zipur.

Di Sumut, Korem 022/Siantar punya lima kodim, Korem Sibolga punya lima kodim, Korem Padang punya 9 kodim, Korem Riau Kepulauan punya 4 Kodim, Korem Pekan Baru punya 5 Kodim. Satuan digelar supaya bisa melindungi. Kalau ada musuh menyerang dari Samudra Atlantik dihadapi Korem Sibolga, kalau bawah koordinasi Kodam II Sriwijaya, kalau atas dengan Kodam IM, kalau dari kanan dari timur kita punya Korem di Riau Kepulauan dan satuan di sumut.

Di Sumut ada Korem 2, Korem Pantai Timur di Siantar dan Korem Kawal Samudra di Sibolga, ada satu batalyon tempur Raider 100, Satu Brigade yaitu Brigadi 7, teridir dari 3 batalyon, satu 121, 122 dan 125, ada batalyon Bantuan Tempur, Armed, Arhadun, Zipur dan Kaveleri, dan koramil ada banyak. Itulah kekuatan kita. Diharapkan kita akan membangun Batalyon Kaveleri di Pekan Baru dan Armed. Kita mengharapkan ke depan mendapat Roket untuk Dumai.

Kalau personel seluruhnya 26.861 prajurit, kalau di Sumut mencapai 18.088 prajurit. Di luar itu, masih ada 8000 tersebar saya di Pekan Baru, Padang dan Riau Kepulauan.

Analisa: Saat ini Sumatera Utara disibukkan dengan isu terorisme, bagaimana peran TNI saat ini khususnya Kodam I/BB?

Pangdam: Sementara ini karena Polda sudah meminta bantuan dan di dalam UU TNI itu sudah dikatakan, apabila Polda meminta bantuan maka kita harus siap melaksanakan. Jadi, kalau mungkin dilihat nanti di lapangan sudah ada. Itulah kita sudah bergerak.Ya, Kita tidak mungkin siap di rumah. Kemudian Polda minta baru mulai ditata. Ohhh, Tidak! Mereka sudah kita bagi kelompok tim dalam organisasi satuan tempur, teritorial, intelijen. Itu sudah berjalan. Bahkan, kita sekarang pun kalau Polda atau Polres atau satuan polisi yang menangkap misalnya hidup-hidup kemudian melakukan interogasi kita ikut. Anggota inteleijen kita ikut di situ. Dia tidak perlu ngomong, Tapi perkembangan dari pada kegiatan perampokan itu ataupun juga kriminalitas itu atau terorisme dia sudah ikuti perkembagannya.

Jadi tidak tergagap, sehingga sampai dimana kegiatan itu akan dilaksanakan dia sudah siap melaksanakan seperti kejadian di Dolokmasihul itu sudah siap, memang betul yang menangkap waktu itu kebetulan Pasi Intel Kodim yang berhadapan langsung dengan dua orang (mungkin teroris ataupun perampok). Itu dia yang menangani. Tapi tidak kita terus bilang, TNI yang berhasil. TNI yang berhasil. Tidak!.Kita tugasnya membantu Polri. Jadi ya tetap semua membantu Polri. Jadi, kita siap dan sudah siap sama sekali.

Analisa: Bagaimana kesiapan pasukan menghadapi bahaya di wilayah teritorial?

Pangdam: Berarti ini kita berbicara masalah wilayah pertahanan. Ya ini…, ini lain lagi versinya. Kalau wilayah pertahanan itu, bagaimana kita baik itu profesional sebagai prajurit dalam mengantisipasi operasi militer, menghadapi operasi non militer maupun bagaimana teritorial kita membuat atau menciptakan suasana di wilayah Sumut supaya aparat-aparat teritorial yang lain seperti Pemda, baik di tingkat provinsi, kabupaten, sampai di desa-desa semua terpadu dan bagaimana kita siap. Mulai bela negara, ketahanan pangan dan sebagainya ini dikoordinasikan terus. Makanya, tiap tahun kita olah supaya betul-betul menjadi suatu kekuatan pertahanan yang mendukung wilayah teritorial Kodam I/BB khususnya Sumatera Utara.

Analisa: Bagaimana pembinaan di wilayah teritorial khususnya pengamanan pulau-pulau terluar?

Pangdam: Sementara ini, pulau terluar yang menjadi tanggung jawab Kodam I/BB ada 25, tapi yang sangat rawan sekali bisa dikatakan ada empat. Pertama, Pulau Nipah dijaga satuan marinir. Pulau Berhala dijaga marinir. Pulau Sekatung dijaga Batalyon 134, dan Pulau Jemur.

Ini semua berhadapan, baik itu Singapura, Malaysia maupun Vietnam. Dan ini memang terintegrasi di sana. Lantamal berperan karena dia yang punya satuan-satuan angkatan laut. Tapi untuk persisir pantai tanggungjawab koramil, kodim dan sampai tingkat korem sehingga penataan dalam rangka menyiapkan pasukan untuk wilayah pertahanan khususnya pulau-pulau terluar itu terakomodasi dengan baik dan kita tetap melaporkan ke komando atas setiap saat.

Mudah-mudahan ke depan, semua pulau-pulau terluar itu bisa kita duduki langsung atau pasang tanda-tanda sehingga menyakinkan itu memang milik NKRI.

Analisa: Kita melihat pulau terluar sangat rentan terhadap gangguan keamanan khususnya dari luar negeri dan persembunyian teroris. Berapa titik yang termasuk pulau-pulau terluar di wilayah teritorial Kodam I/BB?

Pangdam: 25 titik, yang interes empat. Tapi kita juga membina nelayan-nelayan, bagaimana bisa melaporkan seperti melihat kegiatan-kegiatan ilegal fishing dan sebagainya. Kemudian angkatan laut semuanya patroli, keliling, dan kebanyakan karena mempunyai kemampuan dia lah yang banyak menangkap untuk kapal-kapal dari luar yang khususnya melakukan ilegal fishing.

Sementara ini, untuk kegiatan terorisme yang menguasai pulau atau melarikan diri ke pulau. Itu belum ada karena mereka belum memiliki kemampuan sarana laut. Tetapi, Ke depan tetap kita antisipasi, siapa tahu ada dukungan-dukungan dari kekuatan yang lain, dengan kekuatan armada laut.

Nah, di sinilah Korem, Kodim dan Koramil selalu berkoordinasi dengan masyarakat pesisir pantai maupun dengan para nelayan sehingga ketika ada kapal tidak dikenal, orangnya lain mukanya, diprediksi mungkin kira-kira dari mana, bisa memberi informasi sejak dini sehingga langsung sampai ke tingkat kodam dan berkoordinasi dengan Lantamal selanjutnya untuk melaksanakan patroli.

Analisa: Ada berapa personil yang disiap siagakan di pulau-pulau terluar?

Pangdam: Sementara ini, yang empat pulau yang betul-betul inters, di Pulau Nipa oleh marinir. Ada satu kompi kurang lebih 100 personil. Di Pulau Berhala dari Marinir satu pleton, di Pulau Sekapung satu pleton dari Batalyon Infantri 134. Kemudian di Pulau Jemur. Sudah ada ya? (sembari Pangdam bertanya Asintel Kasdam I/BB, Kolonel Arh, Andi Sumangerukka). Belum ada? jawab Asintel karena Pulau Jemur dekat bisa pantau dari Dumai sekitar satu jam dengan kapal, menggunakan helikopter kira-kira 20 menit.

Ke depan, dalam waktu dekat saya dengan Menhan karena beliau kepingin sekali melihat ke situ. Memang ke depan kita sudah mulai mengkaji apa perlu ada satuan di situ, karena cukup dekat satuan teritorial.Mulai mengkaji, apa perlu pasukan di situ. Kalau perlu kita akan tempatkan di situ.

Kalau 21 pulau lainnya masih terpantau dengan aman dan hampir 80 persen dari 21 pulau semuanya karang. Orang tidak mau hidup di situ, kalau bisa hidup nelayan juga sudah bisa hidup. Pulau-pulau tersebut juga tidak besar, ada 25 meter x 40 meter karang dan tidak ada air.

Analisa: Bagaimana pola pembinaan pasukan yang disiap siagakan di pulau-pulau terluar?

Pangdam: Mereka khususnya yang saya tahu, Marinir tetap melaksanakan latihan tingkat kompi, bagaimana memantau, latihan memberikan informasi secara tempat dan latihan taktik juga tetap dilakukan. Di Pulau Nipah cukup untuk latihan tingkat pleton. Tapi, disitukan rotasi, satu bulan kompi A, nanti kompi B masuk, Kompi B waktu di home base melaksanakan latihan. Mereka juga dilatih, bahasa Inggris, siapa tahu ada kapal tersesat tidak bisa berbahasa Indonesia kita komunikasikan. Untuk latihan kebanyakan di home base, sampai di pulau terluar hanya memantau agar bisa melaksanakan cegah dini dan lapor dini.

Tetapi untuk latihan kemampuan sebagai seorang prajurit menghadapi serangan tetap di home base dan satuan disiapkan di sana merupakan satuan yang sudah melakukan latihan dan dianggap dan diprediksi lulus dan harus memiliki nilai.

Bukan Tamtama baru langsung kita masukan.Tidak! biasanya yang senior-senior. Nanti yang baru dilatih dulu di home base. Sama juga yang di Batalyon 134 Batam yang di Pulau Sekatung. Mereka melaksanakan latihan di home base dan rotasi terus menerus dan gantian.

Analisa: Di usia yang ke 65 tahun. Apa harapan bapak terhadap TNI?

Pangdam: Pertama sekali, saya kepingin pertama sekali TNI benar-benar profesional. Dalam arti yang sangat luas. Kemudian benar-benar bisa melaksanakan tugas pokok TNI yang berdasarkan UU TNI dan tidak menyimpang dari itu. Tiap tahun kita laksanakan program yang meningkatkan ini sehingga ke depan kita mengharapkan benar-benar, TNI menjadi prajurit rakyat, prajurit pejuang, prajurit nasional dan prajurit profesional.

Kita mengharapkan betul-betul masyarakat ataupun bangsa Indonesia benar-benar bangga dengan TNI walaupun dengan alutsita yang tiap tahun ada perbaikan.Ada! bukan tidak ya. Kalau sampean mau tahu, saya punya satuan Arhanud karena saya kebetulan profesi di Arhanud. Kita sudah punya rudal dari Polandia di Jakarta, rudal dari Polandia di Bontang dan rudal dari Prancis dan Inggris akan ditempatkandi Aceh dan di Dumai.

Kaveleri sudah mulai beli tank, Armed sudah mulai beli roket, memang transaksinya sistem KE (kredit eksport), sehingga memang jangka panjang.

Ke depan, harapan kita TNI benar-benar bisa membanggakan untuk mempertahankan RI.

Analisa: Bagaimana soal TNI bersama Rakyat?

Pangdam: Kalau itu, sudah roh kita. Itu sudah menyatu. Itu roh seperti ikan dengan air. Kekuatan rakyat itulah yang paling penting. Jadi, kalau TNI sudah profesional bisa melindungi NKRI, kita berharap masyarakat bisa sejahtera dan perekoniam bagus sehingga tidak semuda ini (menggambarkan kondisi terakhir di Medan soal perampokan)

Ternyata perampok-perampok ini cuma karena karena orang susah. Ada yang datang mengasih duit, ngomong-ngomong sebentar, ikut latihan dan sebagainya. Dia sudah terbentuk punya mental untuk mendukung mereka. Faktor ekonomi yang sangat -sangat mempengaruhi mental dan rasa kebangsaannya.

Analisa: Apa saja bentuk yang dapat mengganggu keutuhan wilayah NKRI khususnya wilayah Kodam I/BB?

Pangdam: Sebenarnya saya mengatakan tidak hanya wilayah Kodam I /BB tapi seluruh Indonesia. Sekarang model perang tidak lagi perang fisik, tidak ada lagi perang yang menggunakan kekuatan alutsita yang sangat canggih. Tapi, disikat dari ekonomi, dari sosial budaya, dan macam-macam. Sementara ini kita melihat, (sambil menunjuk kaki meja). Ini kaki meja-meja yang lain sudah patah. Ekonomi patah, sosial budaya patah, yang masih ada TNI. Nah, kalau TNI tidak didukung untuk beli alutsita. Kemudian malah diobok-obok, diomoingin yang tidak benar dan sebagai sebagainya. Lah, kalau empat-empat roboh ya saya tidak menjamin NKRI. (Pangdam membuka kacamatanya)

Kita mengharapkan, satu kaki masih utuh, mudah-mudahan perekonomian maju, sosial budaya baik sehingga kekuatan bangsa ini semakin kokoh.

Analisa: Apa program Kodam I/BB dalam upaya terus menerus meningkatkan prajurit TNI yang benar-benar profesional?

Pangdam: Yang jelas pasti latihan harus dilakukan jika tidak dilakukan tidak profesional. Bagaimana membina mental, meningkatkan kesejahteraan prajurit walaupun melibatkan pemerintah pusat.

Bagaimana membuat berintegrasi misalnya Kodam dengan AL, AU serta Polri. Jadi kekompakan ini betul-betul jadi kekuatan yang utuh. Ini perlu diperhatikan, sehingga pembinaan tidak berhenti dalam kurung waktu tertentu, terus menerus sehingga nanti menghadapi kekuatan TNI yang bisa ditampilkan.

Sekarang mau terima Tamtama baru, kalau bisa bahasa Inggrisnya ditingkatkan testnya. Kalau ada yang bagus kenapa tidak terima. Ternyata Bintara nilai ini kurang, tapi memiliki IT yang bagus. Ini kita butuh. Sampai dengan penerimaan bangku itu mulai dicerna, supaya kita dapat bobot,bebet dan bibitnya bagus. Kita olah sedikit tambah bagus. Semuanya kita olah dengan melihat perkembangan dunia.

Analisa: Ada program Pemko Medan yang melibatkan semua unsur seperti TNI (Babinsa), Polri (Babin Kamtibmas) dan Pemerintah (Linmas). Bagaimana Anda menilainya?

Pangdam: Ini program yang bagus, terintegrasi dan sinergi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan Babinsa saja. Satu Babinsa bina tiga desa dengan luas wilayah dan penduduk yang tersebar. Sarana prasarana apa adanya

Dengan adanya keterpaduan Babinsa, Babin Kamtibmas dan Linmas. Ini upaya Pemda yang efektif, bangun rasa aman di masyarakat.

Kita juga berterimkasih kepada Babinsa. Walaupun dengan sarana terbatas tapi berbagai informasi dapat kita peroleh termasuk kondisi wilayah di desa terpencil sekalipun. Inilah yang harus disinergikan dengan pihak Polri dan Pemda. Tiga komponen ini kita bina. Kita sinergikan. Ini potensi dahsat untuk ciptakan rasa aman, damai dan kekuatan bangsa.

PANGDAM I/BUKIT BARISAN

Mayjen TNI Winston P. Simanjuntak,S.I.P., M.Si.,

Mayjen TNI Winston P. Simanjuntak,S.I.P., M.Si.,

PENCARIAN:

arsip berita terbaru

polling kodam i - bb

Bagaimana Tampilan Baru Website Kodam I-BB ?
  • Bagus Sekali
  • Bagus
  • Sedang

arsip kodam i-bb

arsip kategori kodam i-bb

tags/kategori kodam i-bb


  • WEB KODAM I BB

  • WEB TNI

  • WEB TNI-AD

  • WEB TNI-AU

  • WEB TNI-AL

  • WEB DEPHAN

  • TOBA GO GREEN

  • KOREM 022PANTAI TIMUR

  • KOREM 023

  • KOREM 031WIRA BIMA

  • KOREM 032 WIRABRAJA

  • KOREM 033