PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

kabar kodam i-bb

PROFILE SATUAN JASDAM I/ BUKIT BARISAN

Oleh : || Tanggal : 12 July 2010

JASDAM I/ BUKIT BARISAN

JASDAM I/ BUKIT BARISAN

PROFILE SATUAN

JASDAM I/ BUKIT BARISAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.         Umum.

Sejarah terbentuknya Satuan Jasmani Kodam I/BB tidak terlepas dari sejarah perkembangan terbentuknya TNI AD secara umum dan sejarah terbentuknya Lembaga Jasmani Angkatan Darat pada khususnya

Semula Lembaga Jasmani Militer di lingkungan TNI AD berasal dari Lembaga Pendidikan Jasmani Tentara KNIL yaitu Lechhame Leyke Opvoeding atau MLO. Kemudian pada tahun 1950 organisasi di lingkungan TNI AD yang diserahi tanggung jawab terhadap kesiapan jasmani prajurit TNI AD mengusulkan untuk dibentuknya Jawatan Pendidikan Tentaara atau Jawatan Penjata.

Dan selanjutnya keluarSurat Keputusan KSAD Nomor : Skep/702/kb/A/II/DP/1950 tanggal 1 Juni 1950 tentang terbentuknya Organisasi Jawatan Pendidikan Jasmani Angkatan Darat yang kemudian tanggal 1 Juni 1950 di tetapkan sebagai hari jadi Jasmani Angkatan Darat oleh Pimpinan Angkatan Darat.

Sedangkan di setiap Komando Tentara dan Teretorium atau sekarang Kodam berdiri organisasi Penjata yang sekarang Jasdam.

2.      Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.         Tulisan ini dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang sejarah perkembangan Satuan Jasdam I/BB.

b.         Tujuan.          Sebagai pedoman untuk mengenang dan mempelajari sejarah perkembangan Jasdam I/BB termasuk keberhasilan dan keterbatasannya.

3.     Ruang Lingkup dan Tata Urut.   Ruang lingkup tulisan ini meliputi sejarah dari perkembangan Jasdam I/BB tahun 1950 sampai dengan sekarang dengan tata urut sebagai berikut :

a.         Bab I Pendahuluan

b.         Bab II Sejarah Pembentukan Lembaga Jasmani Militer Angkatan Darat

c.         Bab III Perkembangan Organisasi Jasmani Militer Angkatan Darat

d.         Bab IV Pembinaan Satuan

e.         Bab V Penutup

4.         Dasar.            Surat Pangdam I/BB Nomor : B /  1538 / XII / 2006 tanggal 13 Desember  2006 tentang perintah penyusunan sejarah satuan yang berada di lingkungan Kodam I/BB.

BAB II

SEJARAH PEMBENTUKAN

LEMBAGA JASMANI MILITER ANGKATAN DARAT

5.         Latar Belakang.

Perjanjian Konprensi Meja Bundar (KMB) antara Pemerintah Indonesia dan Belanda yang di selenggarakan di Den Haag Belanda pada tahun 1950 terutama dibidang Militer antara lain berisi ketentuan-ketentuan tentang pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dengan TNI sebagai intinya, pembubaran KNIL dan pemasukan anggota-anggotanya kedalam APRIS.

Dengan dibubarkanya KNIL, berarti pengambil alihan semua instalasi dan intansi dari Tentara Belanda kepada Angkatan Perang RIS yang diantaranya penyerahan Pendidikan Jasmani Militer KNIL yang disebut Deinst der Militaire Lichamelijk Opvoeding (MLO). Dalam serah terima tersebut Pimpinan TNI AD menugaskan kepada Mayor dr. Singgih bekas Kepala Sekolah Olahraga pada masa Perang Kemerdekaan untuk menampung penyerahan personel, organisasi dan fungsi MLO tersebut dimana dari pihak Tentara Belanda (MLO) diwakili oleh Mayor Texeria.

Mengingat begitu pentingnya fungsi pembinaan jasmani dalam pembinaan prajurit, maka Pendidikan Jasmani MLO tersebut kemudian disebut Jawatan Pendidikan Tentara atau juga Jawatan Penjata yang selanjutnya dibentuk sampai ke tingkat Komando Teritorium (sekarang Kodam) yang sekarang disebut Jasdam, sedangkan di tingkat Batalyon ada Bintara Penjata.

6.         Pemerkarsa.

Dengan diawali penyerahan MLO dari Tentara Belanda kepada Angkatan Perang RIS yang diwakili oleh Mayor dr. Singgih maka seluruh instalasi, personel, organisasi dan fungsi Jasmani Militer berada pada Jawatan Pendidikan Jasmani Tentara Angkatan Darat melalui Surat Keputusan KASAD Nomor 702/Kb/A/II/DP/19550 tanggal 1 Juni 1950, sehingga kemudian tanggal 1 Juni 1950 ditetapkan sebagai Hari JASAD oleh Pimpinan Angkatan Darat.

Tindak lanjut dari hal tersebut Kapala Staf Angkatan Darat mengangkat Letnan Kolonel Infanteri Sundjojo Purbokusumo sebagai Kepala Pendidikan Jasmani Tentara Angkatan Darat yang pertama melalui ketetapan nomor 87/KSAD/Pnt/1950 tanggal 29 Juni 1950.

7.      Proses Pembentukan.

a.      Tahun 1950.

1)         Sejak tanggal 1 Juni 1950 merupakan Hari Jadi Lembaga Jasmani Angkatan Darat yang mana pada saat itu disebut Jawatan Pendidikan Jasmani Tentara atau Jawatan Penjata yang diserahi tanggung jawab oleh Pimpinan Angkatan Darat terhadap kesiapan jasmani prajurit Angkatan Darat dengan Surat Keputusan KSAD nomor 702/Kb/A/II/DP/1950 tanggal 1 Juni 1950.

2)         Organisasi Penjata ini dibentuk sampai ketingkat Komando Teritorium (sekarang Jasdam), sedangkan di tingkat Batalyon ada Bintara Penjata berdasarkan Surat Keputusan KASAD nomor KSAD/Pnt/1950 tanggal 17 September 1950.

b.      Tahun 1951.

1)        Pada tanggal 16 Juni 1951 Organisasi Pendidikan Jasmani Tentara dirubah menjadi Biro Pendidikan Jasmani Direktorat Infanteri berdasarkan Surat Keputusan KASAD nomor 258/KSAD/1951 tanggal 16 uni 1951.

2)     Untuk mendidik prajurit Angkatan Darat yang berkwalifikasi Pendidikan Jasmani Tentara maka pada tanggal 19 September 1951 didirikan Sekolah Pendidikan Jasmani atau di sebut SPDT dibawah Direktorat Infanteri.

c.     Tahun 1952. Sesuai dengan kebutuhan Penjata Direktorat Infanteri dirubah menjadi Biro Penjata Direktorat Infanteri dan selanjutnya berubah menjadi Biro Inspektorat Infanteri.

d.     Tahun 1953. Sesuai dengan perkembangan organisasi, Biro Penjata Insfektorat Infanteri dirubah  menjadi Dinas Pendidikan Jasmani Angkatan Darat (DPD – AD) berdasarkan Surat Keputuan KSAD nomor 135/KSAD/Kpts/1953 tanggal 15 Agustus 1953.

e.      Tahun 1954. Sekolah Pendidikan Jasmani Tentara (SPDT) dirubah namanya menjadi Pusat Pendidikan Jasmani Angkatan Darat (PPD – AD).

f.       Tahun 1958

Istilah PPD – AD dirubah menjadi Pusdikjas.

g.    Tahun 1959. Organisasi Dinas Pendidikan Jasmani Angkatan darat (DPD – AD) dirubah menjadi Pusat Jasmani (Pusjas) TNI AD berdasarkan penetapan Men Pangab nomor TAP 1065 tanggal 10 Pebruari 1959.

h.    Tahun 1968. Organisasi Penjata Komando Teritorim (Kodam) dirubah menjadi Dinas Jasmani Kodam (Jasdam) berdasarkan Surat Keputusan Men Pangab nomor Skep/1020/10/1968 tanggal 16 Oktober 1968.

i.      Tahun 1971 :

1)         Pusdikjas dilimpahkan ke Kobangdiklat TNI AD berdasarkan Surat Keputusan KASAD nomor Kep/1444/3/1971 tanggal 15 Maret 1971.

2)         Pusat Jasmani (Pusjas) TNI AD dirubah menjadi Dinas Jasmani TNI AD berdasarkan Surat Keputusan KASAD niomor Kep/464/7/1971.

j.      Tahun 1977. Organisasi Jasdam dilimpahkan ke Komando Pendidikan dan Latihan Kodam (Kodiklatdam).

k.     Tahun 1983. Organisasi Jasdam kedudukannya berubah dibawah Pangdam langsung tidak lagi berada dibawah Kodiklatdam dengan sebutan Dinas Jasmani Komando Daerah Militer  berdasarkan Kaputusan KASAD nomor : Kep/9/V/1983 tanggal 2 Mei 1983.

l.       Tahun 1985

1)         Disjas TNI AD berdasarkan Keputusan KASAD Nomor : Kep/21/V/1985 tanggal 21 Mei 1985 kedudukannya berada di bawah Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) dengan sebutan Sdirbinjas Pussenif TNI AD.

2)         Dinas Jasmani Komando Daerah Militer (Dinas Jasdam) berubah menjadi Jasmani Komando Daerah Militer (Jasdam) berdasarkan Keputusan KASAD Nomor : Kep/57/IX/1985 tanggal 18 September 1985 tentang Organisasi dan Tugas Jasmani Komando Daerah Militer (Orgas Jasdam).

3)         Untuk menindak lanjuti Skep KASAD tersebut, maka selanjutnya  Pangdam I/BB mengeluarkan Surat Keputusan Pangdam I/BB Nomor : Skep/221/XII/1985 tanggal 17 Desember 1985 tentang Organisasi dan Tugas Jasmani Militer Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan.

8.      Arti dan Makna Lambang Satuan.

Sesuai dengan Surat KeputusanPanglima Angkatan Darat Nomor : Kep/439/6/1969 tanggal 28 Juni 1969 tentang pengesahan Lambang Pusat Jasmani Angkatan Darat dengan Nama ” WIRA PRAKARSA YUDHA “, maka arti dan makna dari lambing Pusjasad sebagai berikut :

a.      CERANA     :

1)       Cerana (bokor) melambangkan  suatu wadah, yang dalam kehidupan Bangsa Indonesia mengandung arti filosofis relegius sebagai benda yang menimbulkan perasaan khidmat disertai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terbentuknya dari 6 lembar daun rumput.

2)      Daun Rumput,  melambangkan medan dimana Jasad berkarya didalamnya.

a)         Medan adalah bagian dari bumi yang tetap menghidupi kita sepanjang masa.

b)         Dalam keseluruhan melambangkan Jasad sebagai wadah yang fungsi-fungsinya selalu dituntut dalam kehidupan Angkatan Darat.

3)     Enam Lembar, menunjukkan bulan kelahiran Jasad (1 Juni 1950).

a)         Ujung dari empat lembar daun yang dibawah menengadah keatas berarti tawaqal kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b)         Ujung dari kedua lembar teratas menunduk kebawah berarti mawas diri.

c)         Dalam keseluruhannya mempunyai arti bahwa dalam menunaikan tugas sebagai warga Jasad pada khususnya, warga Angkatan Darat pada umumnya harus selalu mawas diri dengan tetap tawaqal kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b.         BINTANG BERSUDUT LIMA :

Bintang bersudut lima, melambangkan TNI AD dimana Jasad mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menggodok prajuritnya, baik fisik maupun mentalnya.

c.         API BERLIDAH TUJUH :

Api sebagai penggodok, melambangkan semangat, kekuatan dan keberanian.

Api menyala, melambangkan sifat-sifat dinamis.

Berlidah tujuh, melambangkan Sapta Marga.

d.         BARA :

Bara adalah sumber api yang melambangkan semangat yang tak kunjung padam dan selalu memancarkan kekuatan dan keberanian.

e.         TIGA CINCIN KAIT :

Tiga cincin kait yang erat bersatu tidak dapat dipisahkan, melambangkan “TRI UBAYA CAKTI” sebagai Doktrin TNI AD.

f.          BUKU TERBUKA DENGAN LIMA LEMBARAN :

Buku merupakan sunber ilmu

Buku terbuka, melambangkan unsure-unsur ilmiah yang harus selalu melembari pelaksanaan tugas-tugas Jasad.

Lima lembaran, melambangkan Sumpah Prajurit

Buku terbuka menjadi dua, tetapi tetap merupakan satu keutuhan, melambangkan Dwi Fungsi TNI AD dimana Jasad pun melaksanakan tugasnya baik dalam bidang Hankam maupun Sospol.

g.         DUA TANGAN MENENGADAH :

Dua tangan menengadah melambangkan persembahan amaliah dari warga Jasad kepada TNI AD pada khususnya, Bangsa dan Negara pada umumnya.

PITA DENGAN TULISAN VIRA PRAKARSA YUDHA :

Pita melambangkan selendang yang membwakan amanat atau pengemban amanat yang tersimpul dalam kata-kata VURA KARSA YUDHA.

VIRA PRAKARSA YUDHA :

VIRA berarti prajurit berbudi pekerti kesatria

PRAKARSA berarti tenaga, kekuatan dan ketangkasan.

YUDHA berarti perang.

Arti keseluruhan dari VIRA PRAKARSA YUDHA adalah prajurit yanh tangkas dan cakap didalam Olah Yudha dengan berbudi pekerti yang luhur atau dengan satu perkataan disebut “KESATRIA “.

h.         WARNA HIJAU JAMRUD TUA :

Warna hijau jamrud tua, melambangkan kesetiaan, ketenangan dan kemantapan dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI AD untuk membela dan mempertahankan Negara dan Bangsa Indonesia.

i.          WARNA KUNING EMAS :

Warna kuning emas, melambangkan kemulyaan dan keagungan yang dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia.

j.          WARNA PUTIH :

Warna putih, melambangkan kesucian, kemurnian dan sikap tanpa pamrih yang dimiliki oleh warga Jasad.

k.         WARNA HITAM :

Warna hitam, melambangkan kesungguhan, ketekunan dan kekompakkan pendirian dalam menuju makna yang tersimpul dalam kata-kata VIRA PRAKARSA YUDHA.


BAB III

PERKEMBANGAN ORGANISASI

JASMANI MILITER ANGKATAN DARAT


9.       Kondisi Awal.

Sejak berdirinya Lembaga Jasmani dilingkungan Angkatan Darat pada tanggal 1 Juni 1950 yang pada saat itu bernama Jawatan Pendidikan Jasmani Tentara atau Jawatan Penjata sudah dibentuk sampai ketingkat Komando Teritorium (Kodam) berdasarkan Syrat Keputusan KSAD Nomor KSAD/Pnt/1950 tanggal 17 September 1950 dengan sebutan Jawatan Pendidikan Jasmani Teritorium yang sekarang di sebut Jasdam I/BB untuk wilayah Kodam I/BB.

10.    Struktur Organisasi

a.         Struktur Organisasi Jasdam I/BB

Sesuai Surat Keputusan Pangdam I/BB Nomor : Skep/221/XII/1985 tanggal 17 Desember 1985, maka Struktur Organisasi Jasdam sebagai berikut

BAB IV

PEMBINAAN SATUAN

12.       Pembinaan Satuan. Pembinaan  Organisasi berpedoman pada Surat keputusanPangdam I/BB Nomor : Skep/221/XII/1985 tanggal 17 Desember 1985 tentang Organisasi dan Tugas Jasmani Militer Komando daerah Militer I/Bukit Barisan (ORGAS JASDAM I/BB).

13.    Pembinaan Personel

a. Kegiatan Rutinitas

1.          Melaksanakan apel pagi dan pengecekan personel.

2.         Melaksanakan apel siang  dan pengecekan personel.

3.          Mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan upacara hari-hari penting lainnya.

4.          Melaksanakan tugas rutin setiap hari pada jam dinas sesuai fungsi dan jabatan masing-masing.

b. Bidang karir.

1.            Mengajukan usulan jabatan bagi anggota yang belum memiliki jabatan maupun yang mengalami perubahan jabatan sesuai pangkat dan golongan pada priode berikutnya.

2.            Mengajukan pendidikan bagi calon Dik/Sus/Tar sesuai dengan alokasi dari Komando Atas.

c. Pembinaan Hukum dan Bintal

1.            Memberikan petunjuk/saran tentang hukum, penyampaian penerangan hukum di di Kodam dan menyelenggarakan perayaan hari besar keagamaan bersama-sama.

2.            Mengadakan pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin hukum dan tata tertib dengan menegakkan peraturan secara konsekwen.

3.    Melaksanakan kegiatan Bintal setiap minggu ke-4 pada setiap bulannya.

d. Kesejahteraan Moril

1.            Meningkatkan kesejahteraan moril anggota dengan cara memanfaatkan Primkopad Jasdam I/BB semaksimal mungkin.

2.            Mengajukan permohonan tunjangan, berkala, Satya Lencana dan bentuk penghargaan lainnya bagi anggota yang berhak.

3.            Memberikan ijin dan cuti bagi anggota yang benar-benar membutuhkan.

e. Pengamanan Personel

1.            Memberikan penerangan tentang pentingnya kesadaran anggota akan peningkatan disiplin dan tata tertib.

2.            Memberikan tindakan tegas terhadap anggota yang melanggar sesuai peraturan yang berlaku.

3.            Sweeping mendadak terhadap kelengkapan anggota dan kenderaan yang tidak sesuai dengan ketentuan serta peraturan yang berlaku.

4.            Mencari anggota yang TK dan THTI serta memberikan tidakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5.            Penekanan kepada seluruh anggota agar selalu menjaga diri dan keluarga masing-masing dimanapun bertempat tinggal.

6.            Melaporkan setiap kejadian bila ada hal-hal menonjol diluar dinas kekesatuan atau aparat yang terkait.

14.    Pembinaan Materil

a.            Senjata dan munisi.            Melakukan pengawasan terhadap pemegang senjata (pistol) dan munisi dengan melakukan perawatan senjata secara rutin.

b.            Kendaraan.   Kendaraan yang dimiliki Jasdam I/BB untuk kelancaran tugas dengan senantiasa diadakan pemeliharaan dan perawatan dengan teratur.

15.     Bidang Pangkalan

Pangkalan Jasdam I/BB terdiri dari dua tempat, antara lain sebagai berikut :

a.      Kantor Jasdam I/BB.           Perkantoran Jasdam I/BB terdapat di lantai 1 dan 2 Komplek Perkantoran Makodam I/BB yang terdiri dari :

1)          Kantor Kajasdam                                                     1 ruang

2)         Kantor Sitih                                                                 1 ruang

3)         Kantor Sirendal                                                        1 ruang

4)         Kantor Sirana                                                             1 ruang

5)         Kantor Tuud                                                               1 ruang

6)         Kantor Primkopad                                                    1 ruang

7)         Kantor Sipam                                                           1 ruang

8)         Kantor Juru Bayar                                                   1 ruang

9)         Ruang piket                                                              1 ruang

10)      Ruang Persit/Aula                                                   1 ruang

11)       Ruang Fitness                                                         1 ruang

12)      Ruang Gudang                                                        1 ruang

13)      Ruang WC                                                                3 ruang

14)      Ruang kantin                                                                       1 ruang

15)      Lapanga bola voli                                                    2 lapangan

16)      Lapangan Tenis                                                       2 lapangan

b.       Lapangan Gaperta

Lapangan Gaperta Medan merupakan bagian dari sarana dan prasarana Jasdam I/BB yang terletak di Komplek Gaperta Medan Jl. Gaperta Medan yang terdiri dari :

1)          Lapangan sepak bola                                             1 lapang

2)         Lapangan Tenis                                                       2 lapang

3)         Lapangan Basket                                                     1 lapang

4)         GOR bulutangkis                                                     1 ruang

5)         Lapangan bulutangkis                                        3 lapang

6)         Lintasan lari jarak 420 meter                         1 lapang

7)         Taman                                                                             1 ruang

8)         Kantin                                                                              1 ruang

9)         Ruang WC                                                                     4 ruang

10)      Tempat parkir                                                            1 ruang

16.    Pembinaan Latihan

Untuk pembinaan latihan Jasdam I/BB dengan melaksanakan antara lain :

a.      Minggu Militer, untuk meningkatkan kemampuan personel melalui latihan secara rutin dan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang dicapai oleh preajurit sehingga menjadi prajurit yang disiplin dengan kegiatan sebagai berikut :

1.       Permiidas

a)      PBB (Peraturan Baris Berbaris)

b)      PPM (Peraturan Penghormatan Militer)

c)      PUDD (Peraturan Urusan Dinas Dalam)

d)      PDM (Peraturan Dinas Militer)

e)      PDG (Peraturan Dinas Garnizun)

2.     Tehnik Dasar Tempur

a)            Samaran diri dan alkap.

b)            Bergerak dibawah tembakan lintas lengkung/datar.

c)            Bergerak merayap.

3.     Pembinaan Jasmani Militer

a)            BDM (Bela Diri Militer)

b)            Lari Jalanan 5 Km

4.      Menembak

a)      Senapan

1)            Bongkar pasang senjata

2)            Drill kering

3)            Menembak Dasar

b)     Pistol

1)            Bongkar pasang pistol

2)            Drill kering

3)            Menembak Dasar

b.       Latihan dalam Satuan, untuk meningkatkan kemampuan perorangan dasar prajurit dan menyiapkan pelatih satuan dalam upaya tercapainya prajurit professional dalam melaksanakan tugas, adapun materi yang dilatihkan antara lain :

1.      Permildas

a)            PBB ditempat dan berjalan

b)            PPM ditempat dan berjalan

2.      Gerakan perorangan

a)            Lintas Medan

b)            Gerakan Malam

c)            Pengintaian dari dalam keluar

3.      Ilmu Medan

a)            Baca Peta

b)            Jalan Peta dan jalan kompas

c)            Menentukan kedudukan sendiri dan menentukan benda di medan.

4.      Protap satuan

a)            Menghadapi serangan dari luar

b)            Deteksi dini dan cegah dini

c)            Menghadapi bahaya (kebakaran dan pencurian)

d)            Pengamanan senjata dan munisi

e)            Menghadapi bencana alam

5.     Pembinaan Jasmani

a)            BDM (Bela Diri Militer)

b)            Renang Militer

c)            Kesegaran Jasmani (Kesemaptaan)






PANGDAM I/BUKIT BARISAN

Mayjen TNI Istu Hari S, S.E., M.M.

PENCARIAN:

arsip berita terbaru

polling kodam i - bb

Bagaimana Tampilan Baru Website Kodam I-BB ?
  • Bagus Sekali
  • Bagus
  • Sedang

arsip kodam i-bb

arsip kategori kodam i-bb

tags/kategori kodam i-bb


  • WEB KODAM I BB

  • WEB TNI

  • WEB TNI-AD

  • WEB TNI-AU

  • WEB TNI-AL

  • WEB DEPHAN

  • TOBA GO GREEN

  • KOREM 022PANTAI TIMUR

  • KOREM 023

  • KOREM 031WIRA BIMA

  • KOREM 032 WIRABRAJA

  • KOREM 033