PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

kabar kodam i-bb

BATALYON ARHANUDSE 11/BS

Oleh : || Tanggal : 18 June 2010

BATALYON ARHANUDSE 11/BS

BATALYON ARHANUDSE 11/BS

PROFIL SATUAN BATALYON ARHANUDSE 11/BS

1.         Umum. Batalyon Arhanudse 11/BS memiliki tugas pokok yaitu menyelenggarakan pertahanan udara aktif dengan cara mengurangi, meniadakan dan menghancurkan serangan udara musuh baik yang menggunakan pesawat udara, peluru balistik maupun peluru kendali dalam rangka melindungi obyek vital di wilayah Kodam I/BB. Agar dapat melaksanakan tugas pokok tersebut maka dalam pelaksanaan Opshanudnas Batalyon Arhanudse 11/BS berada langsung di bawah komando dan pengendalian Pangkosek Hanudnas III/Medan, sedangkan di dalam pelaksanaan pembinaan kekuatan dan pelaksanaan tugas-tugas lain di masa damai Batalyon Arhanudse 11/BS berada di bawah Pangdam I/BB dengan berpedoman kepada Program Kerja Kodam I/BB selaku tingkat Kotama pembinaan.

2.       Sejarah Singkat.

a.           Latar Belakang Pembentukan.

Yonarhanudse-11 dibentuk pada saat Negara Republik Indonesia sedang melaksanakan Konfrontasi dengan negara Malaysia pada tahun 1965. Adapun kedatangan Yonarhanudse-11 bersama-sama dengan Yonarhanudse-12. Atas perintah Pangkohanudad kedua satuan ini dibentuk untuk melaksanakan pertahanan udara di daerah Kodam II/BB yaitu sebagai Pertahanan Udara aspek darat di daerah Polonia dan Medan.

b.           Pemrakarsaan.

Satuan Yonarhanudse 11/BS  secara taktis dan administrasi merupakan organik Kodam I/Bukit Barisan (dahulu Kodam II /Bukit Barisan) dengan pengesahan surat-surat sebagai berikut :

1)  Radiogram Men Pangab Nomor  TR-839 / 1965 tanggal 22 April 1965 tentang Dislokasi Satuan Yonarhanudse 11/BS berada di wilayah Kodam II/Bukit Barisan.

2)  Surat Keputusan Pangdam II/ Bukit Barisan Nomor  Skep/ 2018 / 8 / 1965 tanggal 13 Agustus 1965, tentang Organik Satuan Yonarhanudse 11/BS dan secara taktis operasional dibawah Kohanud Angkatan Darat.

3)  Surat Keputusan Men Pangab Nomor  Kep / 785 / VII / 1966 tanggal  6 Agustus 1966 antara lain, tentang penetapan Yonahanudse 11/BS sebagai organik dan administratif Kodam II/Bukit Barisan.

c.       Proses Pembentukan.

Satuan Yonarhanudse 11/BS dahulunya masih disebut Yonarsuse 11 dibentuk berdasarkan kebutuhan organisasi Artileri TNI Angkatan Darat pada tahun 1965 untuk melindungi obyek-obyek Vital terhadap serangan udara dimana pada masa itu Negara Republik Indonesia sedang konfrontasi dengan negara Malaysia.  Berdirinya satuan Yonarhanudse 11/BS pada saat itu bersama-sama dengan satuan Arhanud lainnya dalam  jajaran proyek 515. Proyek ini khusus untuk satuan Artileri sasaran udara  (Arsu) yang terdiri dari 5 (lima) Batalyon Artileri Sasaran Udara Sedang (Arsuse), 1 (satu) Batalyon Artileri Sasaran Udara Ringan (Arsuri) dan 5 (lima) Detasemen Radar. Untuk Yonarhanudse 11/BS termasuk didalam salah satu dari 5 (lima) Batalyon Arsuse.

d.      Kondisi Awal.

1)     Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep/263/IV/1974 Tanggal 23 April 1974 tentang TOP Yonarhanudse 57 mm S-60 Modifikasi Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS terdiri dari :

a)    Markas Batalyon berkedudukan di Helvetia.

b)    Baterai P berkedudukan di Titi Kuning.

c)     Baterai Q berkedudukan di Padang Bulan.

d)    Baterai R berkedudukan di Galang.

e)    Baterai S berkedudukan di Sei Sekambing.

2)      Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep / 60 / V / 1986 tanggal 15 Mei 1986 tentang TOP Yonarhanudse  57 Mm S-60 Modifikasi Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS terdiri dari :

a)    Markas Batalyon, Baterai Markas, Baterai Q dan Baterai S berkedudukan di Binjai (Eks Kesatrian Batalyon Armed 7).

b)    Baterai P berkedudukan di Titi Kuning.

c)     Baterai R berkedudukan di Padang Bulan.

3)      Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep / 7 / XI / 1998 tanggal 16 Nopember 1998 tentang TOP Yonahanudse  57 Mm S-60 Modifikasi dan Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS terdiri dari :

a)    Markas Batalyon, Baterai Markas dan Baterai Q berkedudukan di Binjai.

b)    Baterai P berkedudukan di Titi Kuning.

c)     Baterai R berkedudukan di Tanjung Selamat.

e.      Arti dan Makna Lambang Satuan.

1)    Lambang satuan. Diawal berdirinya pada tahun 1965 Satuan Yonarhanudse 11/BS belum memiliki Lambang atau Tunggul seperti satuan-satuan lain. Pada tanggal 17 Juni 1968 berdasarkan Radiogram Pangad dan Radiogram Pangdam II/Bukit Barisan Lambang Satuan atau Tunggul Batalyon secara Resmi telah disyahkan dan diserahkan kepada Satuan Yonarhanudse 11/BS. Dasar pengesahan Tunggul adalah sebagai berikut :

a)    Radiogram Pangad Nomor  T-854 / 1968 Tanggal 3 April 1968, tentang disyahkan Tunggul Batalyon Arhanudse 11/BS  ” Wira Bhuana Yudha “  dengan Lambang Burung Layang – Layang “.

b)    Radiogram Pangdam II/Bukit Barisan Nomor  T-1510 / 1968, tentang pelaksanaan penggunaan Tunggul ” Wira Bhuana Yudha ” oleh Satuan Yonarhanudse 11/BS

Nama                         : ” WIRA BHUANA YUDHA “

Bentuk ukuran  : Empat persegi panjang ukuran 42 x 63 cm

Tata Warna            : Hijau sebagai dasar, Merah, Biru, Kuning, Hitam dan Putih.

c)     Surya Sangkala berbunyi ” KILAT WREKSA MUKA BAWANA “ yang berarti :

KILAT : 6

WREKSA : 6

MUKA : 9

BAWANA : 1

Melambangkan tahun kelahiran Yonarhanudse 11/BS yaitu tahun 1966, yang secara bebas diartikan “Pengawal Angkasa yang Dahsyat”.

f.        Lukisan.

1)  Tali melingkar sejumlah 45 Lilitan melambangkan suatu persatuan yang kokoh dan kuat serta kompak dengan dijiwai oleh semangat 45.

2)  Melingkar bulat 360° melambangkan khas pertahanan udara ke segala arah.

3)  Busur berjumlah lima melambangkan Sumpah Prajurit yang harus dipegang teguh oleh setiap  prajurit.

4)  Anak panah melambangkan senjata penangkis yang sangat ampuh dan berjumlah lima buah melambangkan bahwa setiap prajurit yang bernaung dibawah Tunggul ” WIRA BHUANA YUDHA ” adalah Sebagai Pengawal dan Pengaman Pancasila.

5)  Burung Layang-layang melambangkan keteguhan, pembulatan tekad untuk mengabdi kepada Negara dan Bangsa tanpa pamrih demi keadilan dan kebenaran.

6)  Terbang dengan sayap berkembang melambangkan hasrat untuk terus mencapai kemajuan.

g.       Saloka ” WIRA BHUANA YUDHA ” berarti :

1)  WIRA              : Perwira /Kesatria dengan segala sifat-sifatnya.

2)  BHUANA       : Angkasa

3)  YUDHA          : Perang

Arti bebas Saloka ini adalah ” Kesatria dalam Perang di Udara “

h.           Rangkaian arti keseluruhan.       Bahwa Batalyon Artileri Pertahanan Sedang-11 dilahirkan pada tanggal 15 Oktober 1966 sebagai kesatuan yang memikul tugas Pertahanan Udara, yang setiap anggotanya harus memiliki sifat-sifat Kesatria sejati dengan dijiwai semangat 45 yang berkobar-kobar serta dalam melaksanakan tugas selalu berpedoman pada Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit demi kejayaan, keagungan Negara dan Bangsa.

3.       Struktur Organisasi.

a.           Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan satuan-satuan Artileri Pertahanan Udara dalam Jajaran TNI Angkatan Darat pada tahun 1986 Satuan Yonarhanudse 11/BS telah menjalani perubahan Organisasi dimana terkait pula dengan Jumlah data pokok yang ada dengan perubahan tersebut maka satuan Arhanud berubah antara lain sebagai berikut :

b.           Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep / 263 / IV / 1974 Tanggal 23 April 1974 tentang TOP Yonarhanudse 57 mm S-60 Modifikasi Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS terdiri dari : Markas Batalyon, Baterai Markas dan 4 (empat) Baterai Tempur (Rai P, Rai Q, Rai R, dan Rai S) dengan jumlah personel 465 orang serta dilengkapi Senjata Pokok berupa 24 Pucuk Meriam, 4 Puaso Dan 4 Radar.

c.            Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep / 60 / V / 1986 tanggal 15 Mei 1986 tentang TOP Yonarhanudse 57 mm S-60 Modifikasi Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS terdiri dari : Markas Batalyon, Baterai Markas dan 3 (tiga) Baterai Tempur (Rai P, Rai Q dan Rai R) dengan jumlah personel 487 orang serta dilengkapi senjata pokok berupa 24 Pucuk Meriam dan SMB 12.7 mm Hbfl 50 sejumlah 11 pucuk.

d.           Surat Keputusan Kasad Nomor  Skep / 7 / XI / 1998 tanggal 16 Nopember 1998 tentang TOP Yonahandse 57 mm S-60 Modifikasi Susunan Organisasi Yonarhanudse 11/BS sekarang terdiri dari : Markas Batalyon, Baterai Markas dan 3 (tiga) Baterai Tempur (Rai P, Rai Q dan Rai R) dengan jumlah personel 642 orang serta dilengkapi senjata pokok berupa 24 pucuk meriam  57 mm S-60 Tanpa AKT dan 12 pucuk meriam 57 Mm S-60/Retrofit.

Batalyon Arhanudse 11/BS dalam pembinaan dan operasional menggunakan TOP Batalyon Arhanudse 57 MM S-60/Modifikasi tahun 1998 sesuai dengan keputusan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Nomor  Kep/7/XI/1998 tanggal 16 Desember 1998 dengan komposisi sebagai berikut :

1)  Markas Batalyon.

2)  1 (satu) Baterai Markas.

3)  2 (dua)  Baterai Meriam 57 mm Tanpa AKT.

4)  1 (satu) Baterai Meriam 57 mm Retrofit.

struktur organisasi

struktur organisasi

4.      Personel dan Pimpinan Satuan.

a.      Personel. Kekuatan personel Batalyon Arhanudse 11/BS sesuai TOP 642 orang (100 %). Adapun personel Batalyon Arhanudse 11/BS sesuai TOP terdiri dari :

1)         Pamen           =        2    orang.

2)         Pama             =      24    orang.

3)         Bintara           =    124    orang.

4)         Tamtama       =    492    orang.

Jumlah          =    642    orang.

b.      Pimpinan Satuan. Komandan Batalyon yang menjabat dari awal berdirinya Yonarhanudse 11/BS sampai dengan sekarang :

1)        Mayor Art Rudi Suparto                    01 Jan 1966      s.d    Maret 1968.

2)        Letkol Art Wasno Adi                        01 Maret 1968   s.d    Okt 1971.

3)        Kapten Art GM. Sutimin                   01 Okt 1971        s.d    Mei 1972.

4)        Mayor Art Joko Pramono                 01 Mei 1972      s.d    01 april 1974.

5)        Letkol Art Harjo Waskito                   01 Apr 1974      s.d    01 Mar 1976.

6)        Letkol Art Husodo. D                         01 Mar 1976       s.d    01 Okt 1979.

7)        Mayor Art Suwandi BS                     01 Okt 1979         s.d    01 Juni 1980.

8)        Letkol Art DA. Lombogia                  01 Juni 1980     s.d    01 Mei 1983.

9)        Letkol Art HB. Jarwoko                     01 Mei 1983       s.d    10 Okt 1985.

10)     Letkol Art Ign. Mulyono                    10 Okt 1985       s.d    11 Juli 1987.

11)     Letkol Art YP. Sabre                             11 Juli 1987       s.d    05 Nop 1990.

12)     Letkol Art Fx.H Heru Subeno          05 Nop 1990      s.d    23 Juli 1992.

13)     Letkol Art Ateng Kusnadi                   23 Juli 1992       s.d    16 Peb 1995.

14)     Letkol Art Anshory Tadjudin             16 Peb 1995      s.d    01 Des 1995.

15)     Mayor Art M. Natsir Atmawijaya      01 Des 1995      s.d    20 Juni 1996.

16)     Letkol Art Aris Munandar Rowi       20 Juni 1996     s.d    15 Juli 1998.

17)     Letkol Art Suprapto                               15 Juli 1998       s.d    05 Juli 2000.

18)     Letkol Art M. Ali Mudjid,S.Sos         05 Juli 2000       s.d    13 Mar 2002.

19)     Letkol Art Hardi Ariyanto                  13 Mar 2002      s.d    12 Mar 2003.

20)     Letkol Art Drs. Haris Sarjana           12 Mar 2003      s.d    11 Mar 2005.

21)     Letkol Arh Ramses L.Tobing,ST      11 Mar 2005      s.d    15 Peb 2007.

22)     Letkol Arh I Gede Widiyana             15 Peb 2007      s.d    04 Agu 2009.

23)     Letkol Arh R. Edi Setiawan               04 Agu 2009      s.d    Sekarang.

5.         Materiil. TOP materiil Satuan Batalyon Arhanudse 11/BS dengan perincian sebagai berikut :

a.       Senjata Pokok. Jumlah TOP senjata pokok Meriam 57 mm S.60 Retrofit berjumlah 12 pucuk yang dilengkapi dengan 3 unit FCS, 3 unit Optical Director, 3 unit Radar TDAR dan 3 unit BCC serta meriam 57 mm S-60/tanpa AKT berjumlah 24 pucuk.

b.      Senjata Mesin Berat.         Sesuai dengan TOP Batalyon Arhanudse 11/BS dibekali dengan Senjata Mesin Berat SMB 12,7 MM HBFL-50 dengan jumlah 3 (tiga) pucuk.

1.        Senjata Ringan. TOP Senjata Ringan Organik Batalyon Arhanudse 11/BS terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu senapan  M 16 A-1 berjumlah 529 pucuk dan pistol P 1 Pindad berjumlah 113 pucuk.

2.       Munisi. Jumlah munisi berdasarkan TOP sebagai berikut :

a)  Munisi Kaliber Besar.      Berdasarkan TOP Munisi Kaliber 57 mm HE berjumlah 9.720 butir, Munisi Kaliber 57 mm AT berjumlah 1.080 butir, Munisi Fuse Kal 57 mm S-60 berjumlah 9.720 butir.

b)  Munisi Kaliber Kecil.      Munisi Kaliber 12,7 mm berjumlah 2.400 butir, munisi Kaliber 5,56 mm berjumlah 132.250, Munisi Kaliber 9 mm berjumlah 3.390 butir.

c.       Kendaraan. Jumlah kendaraan berdasarkan TOP psebagai  berikut : Truck 1/4  Ton Toyota berjumlah 7 unit, Truck 1/2  Ton Toyota berjumlah 6 unit, Truck 2, 5 Ton Reo cargo berjumlah 86 unit.

6.     Pangkalan. Batalyon Arhanudse 11/BS mengalami beberapa perpindahan tempat atau pangkalan antara lain :

a.        Pada Tanggal 15 Oktober 1966.

1)  Markas Batalyon berkedudukan di Helvetia.

2)  Baterai P bekedudukan di Titi Kuning.

3)  Baterai Q berkedudukan di Padang Bulan.

4)  Baterai R berkedudukan di Galang.

5)  Baterai S berkedudukan di Sei Sekambing.

b.       Pada Tanggal 11 September 1979 berpindah dari kedudukan lama.

1)  Markas Batalyon, Baterai Markas, Baterai Q dan Baterai S berkedudukan di Binjai (Eks Kesatrian Batalyon Armed 7).

2)  Baterai  P berkedudukan di Titi Kuning.

3)  Baterai  R berkedudukan di Padang Bulan.

c.      Pada Tahun 1987 Batalyon Arhanudse 11/BS sampai saat ini menempati Pangkalan di tiga tempat Yaitu :

1)  Markas Batalyon, Baterai Markas, dan Baterai Q  berkedudukan di Binjai.

2)  Baterai  P berkedudukan Di Titi Kuning.

3)  Baterai R berkedudukan di Tanjung Selamat

7.      Tugas Operasi Militer Untuk Perang.

a.           Pada Tahun 1965 Melaksanakan Operasi Dwikora dalam rangka Konfrontasi dengan Malaysia mendapat tugas mempertahankan Bandara Udara Polonia Medan.

b.           Pada Tahun 1965 Melaksanakan Operasi Penumpasan G-30 S / PKI dengan tugas membantu unsur teritorial yang berada di daerah tugasnya dan mengadakan pembersihan dalam tubuh Satuan Artileri.

c.            Operasi Seroja di Timor Timur Tahun 1977 S/D 1978 Sebanyak 1 SST dipimpin oleh Lettu Art Djumadi.

d.           Melaksanakan Operasi Jaring 4 dalam rangka Penghancuran GPK Aceh tanggal 18-08-1993 S/D 06-08-1994 Sebanyak 1 SSK dipimpin oleh Lettu Art Bambang Murtiyoso.

8.       Tugas Operasi Militer Selain Perang.

a.        Pada tanggal 20 Desember 1999 s.d 2 Juni 2000 melaksanakan Pam Obvitnas di Wilayah Aceh Utara yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Art Suprapto.

b.        Melaksanakan Pam Obvitnas di Wilayah Aceh Utara Juni 2000 s.d 7 Januari 2001 sebanyak 1 SSK dipimpin Letnan Satu Art Murni, ST.

c.       Pada Tanggal 7 Januari 2001 s.d 3 Agustus 2001 melaksanakan Pengamanan Obvitnas di Wilayah Aceh Utara Sebanyak 3 SSK dipimpin oleh Letnan Kolonel Art  Mohammad Ali Mudjid, S.Sos.

d.      Pada Tanggal 19 Maret  2002 s.d 20 April 2003 melaksanakan Operasi Bantuan Militer Maluku Utara Sebanyak 2 SSK dipimpin oleh Mayor Art  Eko Yuni Kamtono.

e.       Pada Tanggal 26 April 2003 s.d 20 Juli 2004 melaksanakan Operasi Bantuan Militer Maluku Utara Sebanyak 3 SSK Dipimpin Oleh Letkol Art  Drs. Haris Sarjana.

f.       Pada Tanggal 26 Desember 2004 s.d Maret 2005 melaksanakan Operasi Bhakti Kemanusiaan di NAD sebanyak 3 SSK dipimpin oleh Letkol Art  Drs. Haris Sarjana.

g.       Kegiatan satuan Arhanudse 11/BS.

a.

b.

Penutup

Demikianlah Profil singkat Satuan Batalyon Arhanudse 11/BS ini dibuat guna memberikan gambaran sejarah perkembangan Batalyon Arhanudse 11/BS.

PANGDAM I/BUKIT BARISAN

Mayjen TNI Istu Hari S, S.E., M.M.

PENCARIAN:

arsip berita terbaru

polling kodam i - bb

Bagaimana Tampilan Baru Website Kodam I-BB ?
  • Bagus Sekali
  • Bagus
  • Sedang

arsip kodam i-bb

arsip kategori kodam i-bb

tags/kategori kodam i-bb


  • WEB KODAM I BB

  • WEB TNI

  • WEB TNI-AD

  • WEB TNI-AU

  • WEB TNI-AL

  • WEB DEPHAN

  • TOBA GO GREEN

  • KOREM 022PANTAI TIMUR

  • KOREM 023

  • KOREM 031WIRA BIMA

  • KOREM 032 WIRABRAJA

  • KOREM 033